Ika Wati Ratnasari: Semangat Kartini dari Canggu
21/04/2026 | Penulis: Humas
Dokumentasi BAZNAS Kab Badung
Di tengah hiruk-pikuk kawasan wisata Canggu, Kuta Utara, Bali, hidup seorang perempuan tangguh bernama Ika Wati Ratnasari. Warga sekitar mengenalnya dengan panggilan akrab, Ibu Ika. Ia adalah single parent yang berjuang keras demi menghidupi tiga anaknya: satu masih duduk di bangku sekolah dasar, satu di sekolah menengah atas, dan satu lagi tengah berusaha menembus pintu gerbang perguruan tinggi ternama, Universitas Gadjah Mada.
*Perjuangan Seorang Ibu*
Bagi Ibu Ika, pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah nasib. Ia percaya bahwa dengan pendidikan setinggi mungkin, anak-anaknya kelak akan mampu keluar dari lingkaran kesulitan ekonomi. Namun, jalan menuju cita-cita itu tidaklah mudah. Biaya pendidikan yang terus meningkat menjadi tantangan besar yang harus ia hadapi dengan kegigihan.
Sebelumnya, selain membuka toko sederhana di rumah dengan memanfaatkan lahan sisa, Ibu Ika juga bekerja di sebuah travel haji dan umrah. Namun, musibah datang tanpa diduga. Saat banjir melanda, mobil kantor yang ia bawa rusak parah. Alih-alih mendapat pengertian, pihak kantor justru menimpakan seluruh biaya perbaikan kepadanya. Kejadian itu membuatnya terpaksa berhenti bekerja dan memilih fokus pada warung kecilnya.
*Titik Balik dari Zmart*
Di tengah keterpurukan, harapan datang melalui program Zmart dari BAZNAS Badung. Bantuan ini menjadi titik balik bagi Ibu Ika. Dengan dukungan tersebut, ia mampu mengembangkan usaha warungnya dan bahkan menambah lini usaha baru: kuliner jajanan jadul. Ternyata, jajanan tradisional itu masih memiliki banyak penggemar di lingkungannya. Dari dapur sederhana di Canggu, aroma nostalgia menyebar, mengundang pelanggan yang rindu cita rasa masa lalu.
*Semangat Kartini dalam Diri Ibu Ika*
Semangat Ibu Ika mengingatkan pada api perjuangan RA Kartini. Kartini pernah berkata, *Habis gelap terbitlah terang* Begitu pula dengan Ibu Ika, yang tidak pernah menyerah meski berulang kali diterpa gelombang kesulitan. Ia yakin bahwa setiap langkah kecil yang ia ambil akan membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih baik.
Seperti Kartini yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan, Ibu Ika memperjuangkan hak anak-anaknya untuk meraih masa depan melalui sekolah. Ia adalah Kartini masa kini, yang dengan keberanian dan keteguhan hati, menolak tunduk pada keadaan.
*Harapan yang Tak Pernah Padam*
Kini, meski perjalanan masih panjang, Ibu Ika tidak lagi berjalan dalam kegelapan. Ia menatap masa depan dengan keyakinan bahwa usaha dan doa akan membuahkan hasil. Warung kecilnya di Canggu bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan simbol keteguhan hati seorang ibu yang berjuang demi anak-anaknya.
Dalam setiap keping jajanan jadul yang ia jual, terselip harapan besar: agar suatu hari nanti, anak-anaknya bisa berdiri tegak sebagai generasi terdidik yang mampu mengangkat derajat keluarga. Semangat itu, semangat Kartini, terus menyala dalam diri Ibu Ika, menjadi pelita yang menuntun langkahnya menuju terang.

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Badung.
Lihat Daftar Rekening →